• eva noor

Energi bisa jadi target utama untuk serangan keamanan cyber

Energi bisa jadi target utama untuk serangan keamanan cyber

Wed, 02/17/2016 - 19:51
Posted in:
0 comments

Dengan hadirnya perkembangan Teknologi Informasi saat ini, tentunya semua faktor memiliki dampak positif dan negatif yang bisa berdampak dalam kehidupan. IT Security (keamanan informasi) vital digunakan lebih transparan dalam hal memproteksi informasi dari hal-hal yang tidak diinginkan oleh kompetitor atau pihak-pihak luar yang menginginkan sebuah data informasi untuk kepentingan-kepentingan dan keuntungan pribadi. Terkait akan hal itu pemerintah ataupun swasta  perlu sebuah firewall system, guna mencegah dan menjaga keamanan informasi, khususnya pada beberapa sektor strategis seperti sektor energi, pertahanan keamanan, intelijen, komunikasi umum, perbankan dan lain sebagainya. Jika pemerintah ingin menetapkan prioritas. Maka  untuk cyber security, ada dalam  infrastruktur energi  posisi paling atas.

“ Sektor energi harus memiliki peringkat teratas dalam pengamanannya, karena bisa jadi itu menjadi target penyerang cyber. Jika Anda benar-benar ingin melumpuhkan apa saja, dari suatu industri perusahaan atau wilayah dalam sebuah negara, maka  infrastruktur vital adalah kekuatan yang kemungkinan awal di lumpuhkan sebagai tujuan utamanya.” Ujar Eva Noor, CEO PT Xynexis International yang saat ini fokus dalam bisnis cyber security dengan pengalaman di bisnis IT belasan tahun dalam dan luar negeri.

Saat ini Teknologi informasi terus berkembang pesat di segala aspek kehidupan. Dari yang sederhana, hingga yang mutakhir. Di berbagai negara maju dan berkembang, hadir teknologi-teknologi baru yang dapat membantu kita dalam hal perkerjaan dan berbagai layanan informasi online. Semakin pesatnya teknologi tentu perlu disiasati penggunaannya dalam berbagai sektor industri, terutama yang bersifat strategis dan vital seperti sektor Energi.

Dulunya banyak daerah-daerah terpencil yang tidak terjamah oleh teknologi, kini dapat merasakan juga teknologi informasi yang beredar dan dapat menikmati teknologi informasi dimana saja yang kita mau. Teknologi Informasi sebenarnya sudah hadir sejak dahulu, dimana manusia menciptakan teknologi karena dorongan akan hidup lebih baik. Sehingga mendorong manusia untuk membuat sebuah teknologi yang dapat membantu dan memudahkan  mereka dalam hal pekerjaan agar menjadi lebih baik dan efisien

Dijaman serba modern, bisa dibilang bisnis sangatlah bergantung dengan sebuah terapan teknologi. Jika ada seseorang pengusaha atau pebisnis menganggap teknologi tidak terlalu penting untuknya, bisa jadi statement itu datang dari pebisnis konvensional yang tidak mau beradaptasi dengan sebuah perkembangan teknologi. “ Sejatinya saat ini bisnis harus cepat dan bisa beradaptasi dengan perkembangan tren teknologi. Teknologi selain dapat memudahkan pelayanan informasi juga dapat memberi efisiensi resiko bisnis itu sendiri.” Ujar Eva Noor yang ditemui tim  energy world  di Skyfloor restaurant All Season Hotel – Thamrin.

Adaptasi teknologi yang sekarang marak tentu dengan menjamurnya usaha  e commerce (bisnis online) atau transportasi berbasis online seperti gojek,grabcar, go clean dan lain-lain, dimana sarana bisnis yang ditawarkan dalam bentuk informasi online  memudahkan masyarakat mengakses dan  mendapatkan informasinya lewat gadget yang juga hampir seluruh lapisan masyarakat pakai.Salah satunya   operator celuler atau provider terbesar milik BUMN yang memiliki subscribe 40 juta pelanggan memanfaatkan teknologi tersebut, dan secara otomatis akan terkoneksi lewat layanan internet yang tersedia hingga dapat melakukan hal-hal lebih mudah dan cepat seperti ; pesan makanan, pesan sarana transportasi online,komunikasi media sosial, informasi berita online hingga berbisnis online.

Secara khusus untuk Indonesia, kemajuan di bidang teknologi ini sangat berdampak terhadap berbagai aspek. Aspek tersebut di antaranya di sektor ekonomi dan juga sosial. Berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Menkominfo), salah satu dari jajaran Menteri Republik Indonesia tersebut menyatakan bahwa Indonesia sebagai salah satu negara yang masyarakatnya terbanyak mengakses Internet di dunia. Selain itu, ada juga sebuah lembaga riset menyebutkan bahwa Indonesia merupakan peringkat ke lima dalam daftar pengguna smartphone terbesar di seluruh dunia. Di dalam data tersebut juga disebutkan bahwa Indonesia menduduki posisi 5 besar dengan pengguna aktif internet yakni sebanyak 47 juta atau sekitar 14% dari seluruh total pengguna ponsel.

 

Teknologi  dalam Perusahaan Tambang

Bagi Perusahaan yang bergerak pada sektor pertambangan, informasi yang didapat tentu diolah dengan sebuah sistem teknologi dalam berbagai perangkat elektronik penunjang. Operating system apapun pastinya akan diolah menjadi sebuah informasi elektronik. 20 tahun lalu bisa jadi pertambangan sudah menggunakan  teknologi walau tidak se hi-tech saat ini. Sistem yang digunakan sudah advance hanya berbeda dengan teknologi yang dipakai saat ini, dimana source aplikasi saat ini sudah lebih ke arah cloud artinya sinergi informasi sudah lebih terhimpun dengan baik dan lengkap  dimana satu kali klik gambaran semua informasi sudah bisa didapat (lebih masive).

Bila dulu di pertambangan menggunakan teknologi hanya untuk kepentingan dirinya sendiri (personal information)  dalam melakukan riset dan survei, kini survei dengan teknologi modern  bisa digunakan untuk sharing informasi di lingkungan kerjanya dengan mengacu pada  standar bisnis proses yang ada diperusahaan  tempat bekerja. Teknologi yang digunakan tentu harus membantu pelaksanaan kerja menjadi lebih baik dan transparan, sehingga secara tidak langsung juga dapat menjadi alert human eror. Bila proyek mengalami masalah atau trouble tentu berakibat sangat fatal , apalagi bila ini terjadi dalam industri dan bisnis energi.

Dalam domain IT security ada 3 hal yang diperhatikan; pekerja (SDM), bisnis proses dan teknologi. 3 hal ini dikenal sebagai triangle (segitiga yang harus diperhatikan). SDM harus terus diberi wawasan yang baik dalam memanfaatkan teknologi yang tersedia dan benar.SDM adalah bagian simpul vital yang harus dipikirkan terkait bagaimana pekerja diharapkan dapat mengerti secara jelas akan tugas yang diemban. Baik dalam hal bagaimana mereka bisa mengatasi dengan baik dan bagaimana pekerja tersebut mampu dan belajar dengan baik meng-operate sebuah informasi dalam tugas kerjanya. “ Hal ini juga merupakan bagian dari bisnis proses, dimana CEO pun dituntut paham akan sebuah bisnis proses dalam manajemen perusahaan yang di pimpinnya.Bila CEO tak memahami sebuah bisnis proses, fatal akibatnya bila ia membawahi sebuah perusahaan energi, semisal energi nuklir ataupun perusahaan khusus pengeboran dibidang energi.” Ujar Eva menjelaskan dimana kecelakaan kerja akibat human eror atau system eror dapat menimbulkan bencana bagi lingkungan dan penduduk sekitar seperti kasus lapindo dan reaktor nuklir chernobyl.

Penggunaan teknologi yang salah  karena dari 3 hal utama  (triangle) tidak seimbang bisa menyebabkan bisnis proses menjadi bermasalah dalam pelaksanaannya. Dengan keseimbangan dari unsur utama tersebut diharapkan menghasilkan sebuah hasil kerja yang aman dan maksimal. Apalagi bisnis energi merupakan hal yang vital untuk kebutuhan  dan aktifitas orang banyak dan  dapat juga berdampak fatal bagi banyak  orang,  bila dalam proses pengolahan dan aktifitas bisnisnya bermasalah. Human eror umumnya terjadi akibat CEO tidak dapat menjabarkan secara baik bagaimana alur bisnis yang ada, akibatnya SDM atau pekerja tidak dapat menggunakan teknologi yang tersedia dengan baik dari fungsi-fungsi perangkat alat kerja berteknologi tersebut.  “ Dalam IT Security 3 hal inilah  hal yang menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.” Ujar Eva menegaskan.

 

IT Security Menangkal Kemungkinan Sabotase

Sektor energi adalah sebuah sumber kritikal  dan strategis bagi kebutuhan masyarakat umum disebuah wilayah atau negara.Bila ada peperangan atau sabotase yang paling dicari adalah hal-hal vital dan strategis untuk dilumpuhkan semisal pembangkit listrik,kilang minyak, sarana komunikasi, dan  sarana2 vital lain . “ Mungkin anda pernah melihat atau menyaksikan sebuah film action James bond, dimana dalam satu adegan sequensialnya, pipa gas meledak akibat olah sabotase sang hacker dan membuat kerugian dan kerusakan yang sangat besar. Apakah hal itu hanya terjadi di film ? Hal nyata pun pernah terjadi di negara eropa timur, dimana pipa gas yang bersumber dari negara Turki di alirkan ke eropa timur (Slovenia), karena ulah hacker yang menghack wifi dan sistem jaringan informasi dan teknologinya.” Ujar Eva menjelaskan.

Suatu wilayah atau kota akan dengan sendirinya akan terisolir bila sumber-sumber energi yang dimiliki disabotase semisal pasokan listrik,gas dan minyak buminya. Lewat sabotase dunia cyber, keamanan teknology (IT security) saat ini sudah otomatis menjadi masalah yang cukup serius dan penting untuk dijaga. Dalam perkembangan teknologi yang semakin canggih dan pesat kemungkinan akan beyond net cyber (Cyberwar)  bisa saja terjadi tanpa diduga, untuk itu perlu di antisipasi sedini mungkin masalahnya. Dampak dari teknologi yang menguasai bisnis dan industri strategis bagi banyak orang perlu penanganan khusus dan dijaga tentunya. “ Bayangkan   bila smart city disuatu wilayah dihack sumber energi pembangkit listrik ,perbankan, gas dan media komunikasi serta persediaan kilang minyaknya bisa dibayangkan ? Kejadian penelusupan hacker dalam system cyberwar bisa saja sudah terjadi dan kita tak tahu. Untuk itu dalam mencegah dan mengantisipasinya,  IT security harus cepat dipikirkan untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan saat ini maupun kedepan.” Ujar Eva Noor.

Sebagai lokomotif perekonomian bangsa Pertamina merupakan perusahaan milik negara yang bergerak di bidang energi meliputi minyak, gas serta energi baru dan terbarukan.Pertamina menjalankan kegiatan bisnisnya berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola korporasi yang baik sehingga dapat berdaya saing yang tinggi di dalam era globalisasi. Pertamina sebagai BUMN yang bertugas mengoperate dan memasok BBM memiliki sisi improvement cukup baik dalam sisi teknologi yang di gunakan untuk melayani kebutuhan masyarakat.Namun sejatinya BUMN yang juga bergerak disektor energi lainnya harusnya memiliki suport yang sama dengan Pertamina.” Berbicara energi harusnya sektor batu bara, Gas, dan sektor mineral lain juga hal penting yang tidak bisa ditinggalkan. Apalagi terkait efisensi sumber mineral yang ada, semua sumber daya alam harusnya juga dapat diprioritaskan.” Cetus Eva Noor melihat ketidak seimbangan porsi pembangunan infrastruktur teknologi pada BUMN sektor mineral dan energi lainnya.

Melihat kebijakan sebelum rezim pemerintahan saat ini, Eva berpendapat  bahwa era  terdahulu terlalu fokus dan konsentrasi  dengan  bidang ekonomi namun tetap membuka wawasan dimana mereka tahu limitasi kemampuannya dengan tetap belajar pada negara-negara lain didunia. Berbeda dengan rezim saat ini, dimana kebijakan ekonomi juga masih dalam prioritas namun  terlalu jauh berbicara ke kebijakan jangka panjang. Akibatnya jangka pendek kurang diperhatikan. “ Di era saat ini jangka pendek juga sangatlah penting, melihat perkembangan ekonomi dunia yang kian tidak menentu, dimana  perekonomian negara-negara besar seperti Cina, MEE, Amerika juga sedang terkena krisis global dan mereka juga sedang menata ulang kebijakan ekonominya. Jangan lupa  Indonesia adalah negara yang juga sangat memiliki ketergantungan dengan negara-negara luar dimana seharusnya pemerintah juga ikut menitik beratkan kebijakan ekonomi  jangka pendek  (short time).” Ujar Eva Noor, menanggapi semakin lesunya pebisnis domestik akibat tidak diberi ruang inovasi jangka pendek.

Memikirkan program jangka panjang tentu bagus. Namun jangan dilupakan, jangka panjang tidak akan berjalan baik dan mulus bila program jangka pendek tidak diletakan atau berjalan beriringan.” Contoh, semisal pemerintah sibuk berbicara e commerce. Roadshow pemerintah keluar negeri berbicara pada major capital mengundang investasi ke Indonesia.Anggapan yang penting million dolar investasi masuk dulu adalah hal yang keliru.Pertanyaannya apakah pemerintah juga sudah memikirkan dampak-dampak langsung dalam kehidupan ekonomi masyarakatnya ?” Ujar Eva Noor, mencoba menganalisa dampak pagi pekerja yang bekerja pada produk-produk tertentu  seperti SPG, kasir dan lain sebagainya bila bisnis online digalakan seperti halnya demo bisnis transportasi berbasis online bergolak dibawah.

“ Kita sudah terlena dengan yang namanya padat karya karena berhubungan dengan jumlah masyarakat yang begitu besar, dimana problem penggangguran hingga kini belum bisa terpecahkan secara maksimal untuk sebuah negara berkembang. Hal ini tentu berbeda masalah dengan negara maju dan modern dimana pertumbuhan penduduk sangat terkontrol dan tenaga kerja juga mahal maka teknologi dirasa efisien dalam memecahkan masalah tersebut.” Ujar Eva . Kesimpulan yang perlu kita perhatikan adalah pemerintah,  khususnya masyarakat Indonesia harus benar-benar cerdas untuk memilah mana sisi positif dan negatifnya agar perkembangan teknologi yang terjadi serta bagaimana komunikasi itu selayaknya dilakukan, dijalankan dengan benar dan seimbang.

Eva Noor adalah Wanita berdarah minang dengan tinggi 170 cm,memiliki prinsip hidup harus ada tantangan bila ingin maju , mengawali membangun usaha sejak usia 19 tahun di bidang entertaintment yang akhirnya dibeli salah satu perusahaan rokok besar di Indonesia. Bakat bisnis yang dimiliki murni dari ke inginan Eva Noor  karena insting itu  tumbuh sendiri . “  Aku bukan keturunan pebisnis, orang tua hanya karyawan biasa dan guru , sementara insting bisnis tumbuh justru dirasa berbisnis seperti sebuah game atau permainan yang banyak memiliki tantangan.” Ujar Eva Noor.

Jatuh bangun di bisnis sudah biasa dirasakan Eva, justru hal itu yang membuatnya banyak belajar dari pengalaman yang tidak didapat dari bangku sekolah bisnis manapun . Eva adalah sosok wanita yang penuh inovasi dan impian dimana dalam sebuah impiannya dia membutuhkan orang yang bisa mengimbangi gagasan dan inovasinya menjadi sebuah kenyataan. “  Untuk merealisasikan inovasi dan impian yang aku punya, tentu dibutuhkan partner yang jenius dalam satu skillset, karena aku dasarnya generalis skill dengan  ide –ide inovasi dimana nantinya orang-orang jenius lah yang merealisasikan impian itu.” Ujar Eva Noor  yang sebelumnya berkongsi bersama partner asing mendirikan Bellua Asia Pacipic, kini juga terjun ke arena politik dengan alasan memberi benefit untuk orang banyak. Harapannya dengan sebuah gagasan yang dimilikinya dapat membuat  perubahan bagi kepentingan masyarakat luas. Segudang pengalaman dalam meniti karir yang dimiliki seorang Eva Noor antara lain ;  sebagai pembicara dalam forum APEC Ministerial Meeting , di Brunei tahun 2000 sebagai utusan delegasi Indonesia, Forum APEC SMEs Working group workshop, Taipei 2001 sebagai SMEs Expertise, APEC SMEs Working group workshop, Japan 2001 sebagai SMEs Expertise dan menjadi pembicara salah satu pembicara utama dalam Simposium Perlindungan Infrastruktur Informasi Kritikal di Indonesia  27-28 Juli 2016  di bali yang diadakan oleh Kementrian informasi dan teknologi bekerjasama dengan PT Xynexis International dan saat ini lewat program Born to Protect Xynexis dan Kominfo yang telah dilaunching akhir Februari lalu, guna mencari bakat cyber security ke 10 kota di Indonesia dengan sistem seleksi yang nantinya diharapkan di tiap kota yang melakukan seleksi didapat 100 talent cyber security yang mewakili kotanya untuk kebuituhan menjaga data strategis perusahaan maupun instansi yang membutuhkan ....Bravo (Beng Aryanto )