Usaha Catering: Peluang, Analisa Usaha dan Cara Memulai

Jika tujuan seseorang memulai usaha adalah untuk mencari uang, maka ada banyak sekali jalan yang bisa ditempuh. Salah satunya dengan membuka usaha catering rumahan.

Jadi jangan heran, jika ada banyak orang yang dulunya kerja di tempat bergengsi dan ternama akhirnya resign dari pekerjaan hanya demi keuntungan lebih.

Nah, berikut ini lurus.id akan membahas tentang bisnis katering, mulai dari peluang, analisa usaha, dan juga bagaimana cara memulainya.

Alasan Kenapa Harus Usaha Catering

Alasan Kenapa Harus Usaha Catering

1. Prospek Usaha Catering

Saat ini, ada banyak sekali orang yang ingin menggelar acara atau kegiatan secara praktis dan efisien. Termasuk dalam hal penyajian makanan yang tidak bisa dianggap sepele.

Oleh sebab itulah, memesan makanan jadi solusi paling tepat dengan pertimbangan waktu dan tenaga yang dibutuhkan. Meski cara ini terbilang sedikit lebih mahal ketimbang memasak sendiri.

Tak heran jika catering jadi sebuah peluang usaha yang menguntungkan dan sangat layak dibidik. Seperti bisnis makanan lainnya, pelaku bisnis katering ini pun didominasi oleh kaum hawa.

Para wanita yang memiliki hobi memasak, bisa memulainya sebagai usaha rumahan atau usaha sampingan. Dengan demikian, hasil keuntungannya tentu bisa dijadikan tambahan keuangan keluarga.

Meski tergolong usaha rumahan, tak menutup kemungkinan bisnis ini berkembang jadi besar seiring perkembangan usahanya juga.

Asal dijalankan dengan komitmen dan dikelola dengan baik, maka bisnis katering ini bisa jadi usaha yang menjanjikan.

2. Analisa Usaha Catering

a. Modal Awal Usaha

Bisnis katering bisa dikatakan sebagai usaha tanpa modal karena hanya memanfaatkan dapur beserta peralatan masak yang sudah ada.

b. Biaya Operasional

Bahan makanan @Rp. 200.000 x 30 hariRp. 6.000.000
Gas 3 kg @Rp. 19.000 x 5 tabungRp. 95.000
Air dan listrikRp. 500.000
Gaji karyawanRp. 1.000.000
TransportasiRp. 200.000
PromosiRp. 300.000
Lain-lainRp. 500.000
Total keseluruhan Rp. 8.595.000

c. Omzet Pendapatan

Jika diasumsikan dalam sehari ada 50 kotak yang terjual dengan harga Rp. 20.000, maka pendapatan harian = Rp. 20.000 x 50 kotak = Rp. 1.000.000.

Pendapatan per bulan = Rp. 1.000.000 x 30 hari = Rp. 30.000.000.

Dari perhitungan pendapatan tersebut, bisa diperoleh keuntungan atau laba bersih dengan rincian Rp. 30.000.000 – Rp. 8.595.000 = Rp. 21.405.000

Perhitungan analisa dan modal usaha tersebut merupakan asumsi yang tujuannya memberikan gambaran jika Anda ingin terjun ke dalam bisnis ini.

Tentu saja, dalam pelaksanaannya, angka di atas bisa berbeda sesuai daerah dan omzet yang didapatkan.

Cara Memulai Usaha Catering

Cara Memulai Usaha Catering

1. Menentukan jenis usaha catering

Bagi Anda yang ingin terjun dalam bisnis kuliner seperti katering, ada baiknya mempelajari dulu jenis-jenis katering yang biasa dilakukan di antaranya;

a. Catering acara khusus atau hajatan

Bisnis katering ini umumnya melayani pesanan untuk berbagai perayaan seperti, pernikahan, khitanan, dan lainnya.

Biasanya, catering hajatan menggunakan sistem prasmanan yang terkadang dilengkapi juga dengan pesanan nasi box atau kotak dan tumpeng.

b. Catering kantoran

Sesuai dengan namanya, usaha catering satu ini fokus melayani pesanan kantor.

Umumnya, pesanan yang ditawarkan berbentuk nasi kotak, prasmanan untuk acara tertentu di kantor, ataupun rantangan untuk karyawan.

c. Catering menu anak-anak

Jenis catering berikutnya adalah catering menu anak-anak yang jelas melayani pesanan makan pagi ataupun siang, khusus anak sekolah.

Biasanya, makanan disajikan dalam wadah atau rantang berbentuk lucu dan menarik.

Tak jarang pula pengusaha catering yang secara khusus melayani pesanan makanan sehat ataupun makanan bayi.

d. Catering rumahan

Jenis catering satu ini adalah jenis yang paling sering kita jumpai. Biasanya, catering rumahan melayani pesanan hingga lebih dari 100 porsi.

Target marketnya meliputi rumah tangga, karyawan, anak kos, pesanan nasi kotak, nasi tumpeng, dan prasmanan berbagai acara.

2. Riset harga pasar dan penetapan harga

Anda harus melakukan riset harga di pasaran dan menyesuaikannya dengan strategi marketing untuk menentukan harga jual produk catering tersebut.

Ketahuilah, jika harga yang ditentukan cenderung mahal, maka kemungkinan ada sistem produksi yang kurang efektif.

Bukan hanya itu saja, mahalnya harga bahan baku juga turut memengaruhi.

Oleh sebab itu, temukan supplier dengan harga beli lebih murah agar harga jual yang ditetapkan bisa lebih kompetitif.

3. Modal dan perlengkapan

Setelah menentukan produk beserta harga jualnya, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan modal.

Perlu Anda ketahui, modal bisnis katering terdiri dari beberapa poin berikut ini:

a. Keuangan

Bisnis katering rumahan bisa dibilang cukup sulit untuk mendapatkan pinjaman modal, baik itu dari perbankan maupun lembaga keuangan lainnya.

Langkah awal yang bisa Anda lakukan adalah menggunakan uang simpanan atau meminjam pada saudara ataupun teman.

Untuk modal awalnya bisnis katering ini tak terlalu besar. Anda cukup menyediakannya untuk kebutuhan berbelanja bahan makanan sekitar 200 ribu sampai 1 juta rupiah.

Semua itu tergantung pada banyaknya pesanan yang berhasil Anda peroleh. Sebaiknya, kerjakan bisnis satu ini dalam skala kecil lebih dulu sambil mempelajari alur dan strategi yang tepat.

b. Dapur

Ruangan untuk memasak atau dapur harus ditata dengan baik agar Anda memiliki ruang gerak yang memadai.

Tidak harus membuat ruangan baru, Anda bisa menggunakan dapur di rumah jika memang masih memungkinkan.

c. Perlengkapan memasak

Tentu saja, untuk memasak dalam porsi besar, Anda memerlukan peralatan yang layak.

Gunakan saja peralatan yang sudah ada di rumah. Jangan tergoda untuk membeli peralatan baru untuk menghemat anggaran modal.

d. Lemari atau rak penyimpanan

Agar kualitas masakan tetap terjaga dengan baik, bumbu-bumbu yang akan digunakan harus disimpan rapi.

Anda juga bisa memberi label nama di tiap tempat bumbu untuk mempermudah proses memasak di dapur.

Sama halnya dengan peralatan memasak. Anda juga wajib menyimpannya di dalam rak agar tetap rapi dengan cara menyusun berdasarkan yang paling sering digunakan.

4. Promosi dan pemasaran

Langkah terakhir yang tak kalah penting saat memulai bisnis katering rumahan adalah mempersiapkan strategi pemasaran dan juga promosinya.

Ketahuilah, pemasaran adalah salah satu poin penting yang tidak bisa diabaikan begitu saja dalam bisnis ini.

Sekecil apapun bisnis yang dirintis, jika Anda ingin berhasil, maka strategi pemasaran dan promosi harus disiapkan dengan baik.

Di bawah ini, beberapa contoh strategi pemasaran sederhana yang bisa dijadikan acuan untuk menyusun rencana pemasaran bisnis katering Anda.

a. Produk usaha

Bicara soal produk, sudah pasti menyangkut menu makanan yang ditawarkan. Pahami dengan benar, bahwa kekuatan utama Anda adalah mutu dan komposisi menu makanan itu sendiri.

Perhatikan baik-baik bahan, tekstur, cita rasa, kombinasi menu, hingga warnanya. Bukan hanya enak di lidah, makanan juga harus menarik di mata.

b. Harga produk

Kunci lain keberhasilan bisnis katering adalah strategi dalam menentukan harga produk yang ditawarkan.

Jangan pernah berpikir, bahwa harga yang bersaing berarti harus murah. Harga produk yang Anda tawarkan harus sesuai dengan target pasar yang telah ditentukan.

Umumnya, kelas menengah ke bawah cenderung lebih sensitif terhadap harga, sedangkan kelas atas lebih beriorientasi pada kualitas.

Asalkan Anda menggunakan bahan bermutu tinggi, maka harga yang sedikit mahal tentu tidak akan jadi masalah.

Apabila Anda masih ragu dengan daya beli calon konsumen, ada baiknya tidak mematok harga jauh di atas harga kompetitor yang selevel dengan usaha Anda.

Kecuali, jika Anda siap memberikan kompensasi lain yang pastinya menarik bagi calon konsumen, seperti garansi atau layanan lainnya.

c. Komunikasi

Siapapun pasti tahu, akses komunikasi adalah hal paling penting di zaman yang serba canggih seperti saat ini.

Namun sayangnya, poin ini seringkali terlewatkan oleh para pebisnis catering yang baru memulai bisnisnya.

Kemudahan komunikasi bukan berarti lokasi yang strategis di tengah kota atau jarak yang dekat. Melainkan, kemudahan calon konsumen dalam menghubungi Anda.

Jangan pernah ragu untuk membuka beberapa kanal komunikasi dan pastikan semuanya online, serta dapat dihubungi dengan mudah.

d. Promosi

Hampir semua cara promosi bisa dilakukan saat ini. Mulai dari beriklan melalui media massa, memasang spanduk, papan nama, menyebar brosur, sampai memanfaatkan internet marketing.

Jadi, tak ada salahnya mengoptimalkan internet untuk bisnis katering Anda dengan cara memiliki akun media sosial dan website.

Demikian ulasan singkat mengenai peluang, analisa, dan juga cara memulai usaha catering. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. Selamat mencoba.

Jangan lupa dibagikan ya artikel ini.

Tinggalkan komentar

Mohon maaf, konten dilindungi.