Usaha Konveksi: Peluang, Analisa Usaha dan Cara Memulai

Ketika mendengar kata usaha konveksi, mungkin yang terlintas di benak Anda adalah sekumpulan orang yang memproduksi pakaian jadi atau tekstil dalam jumlah besar.

Pada kenyataannya, pengertian bisnis konveksi lebih dari sekedar itu.

Bisnis konveksi sering dikaitkan dengan bisnis garmen, padahal kedua bisnis ini benar-benar berbeda, mulai dari peluang usaha sampai analisanya.

Bisnis garmen, umumnya dilakukan dalam sebuah pabrik dengan jumlah bahan dan karyawan mencapai ribuan.

Sementara bisnis konveksi merupakan usaha yang dijalankan dengan skala lebih kecil.

Alasan Kenapa Harus Usaha Konveksi

Alasan Kenapa Harus Usaha Konveksi

Tak sedikit alasan kenapa Anda harus memilih bisnis konveksi.

Bisnis konveksi adalah salah satu bisnis yang akan terus diperlukan selama adanya kehidupan manusia.

Seiring berkembangnya zaman, tiap busana yang dikenakan manusia dibuat oleh konveksi dengan berbagai skala.

Itulah sebabnya, mengapa bisnis konveksi merupakan suatu pilihan yang tepat untuk dipertimbangkan secara matang.

Apalagi, konveksi merupakan usaha yang menyerap banyak tenaga kerja sehingga membantu orang lain mendapatkan penghasilan di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan.

Anda hanya perlu mengelola dan mengembangkannya dengan langkah yang tepat untuk mencapai kata sukses.   

1. Prospek usaha konveksi

Usaha ini memang merupakan usaha yang menjanjikan untuk Anda jalankan.

Bisa dibilang, prospek bisnis konveksi ini sangat menggiurkan, mengingat rendahnya tingkat persaingan.

Apalagi, bisnis satu ini bisa dijalankan secara rumahan dengan modal yang tidak terlalu besar.

kelebihan lain dari bisnis konveksi ini ialah bisa dilakukan sebagai bisnis utama maupun sampingan yang pastinya tetap menguntungkan.

a. Target market banyak

Tak bisa dipungkiri, setiap orang pasti memerlukan pakaian sebagai kebutuhan utamanya.

Hal inilah yang dilakukan oleh bisnis konveksi dalam rangka menyediakan kebutuhan sandang bagi manusia di muka bumi.

Berdasarkan riset di lapangan, jumlah penduduk Indonesia terus bertambah dari tahun ke tahun sehingga membuat bisnis ini terbilang sangat menguntungkan.

Bahkan, keperluan pakaian dan segala hal yang berkaitan dengan garmen diprediksi akan semakin besar di masa mendatang.

b. Keuntungan berlimpah

Adanya pangsa pasar yang luas, membuat setiap bisnis konveksi menjanjikan keuntungan yang berlimpah.

Berdasarkan pengakuan para pengusaha konveksi, setiap bisnis konveksi yang memiliki minimal 10 pekerja mampu menghasilkan laba bersih sekitar 6-11 juta per bulan.

Tentu saja, nilai ini sangat menggiurkan.

Namun perlu dipahami, untuk meraih kesuksesan bisnis konveksi tersebut bukan perkara mudah.

Anda harus bersedia melalui setiap prosesnya yang panjang dari nol.

Selama Anda kreatif, mau bekerja keras, dan pantang menyerah, maka tak mustahil untuk bisa meraih keberhasilan dalam bidang bisnis ini.

2. Analisa usaha konveksi

a. Modal awal usaha

Hal pertama yang harus Anda siapkan adalah modal sebagai investasi awal. Berikut rincian perhitungan modal awal bisnis konveksi:

Mesin jahitRp       2.800.000
Mesin overdeckRp       7.300.000
Mesin obrasRp       4.800.000
Mesin rantaiRp       4.000.000
Mesin potongRp       2.500.000
Meja potongRp       2.500.000
Setrika uapRp       2.500.000
Peralatan menjahit lainnyaRp       2.000.000
Total modal awalRp   28. 400.000

Jika melihat angka di atas, ketahuilah budget yang dikeluarkan sebagai investasi awal memang besar.

Namun, angka tersebut bisa bertambah ataupun berkurang tergantung dari kelengkapan peralatan yang digunakan.

b. Biaya operasional

Gaji pegawai 2 orang x @ Rp 2.000.000Rp       4.000.000
Bahan bakuRp       5.000.000
ListrikRp          500.000
TransportasiRp          300.000
Lain-lainRp          500.000
Total biaya operasional per bulanRp    10.300.000

c. Omzet atau pendapatan

Jika diasumsikan omzet dalam satu bulan dengan perhitungan sebagai berikut:

  • Penjualan kaos sebanyak 100 potong dengan harga Rp 30.000 per potongnya, maka 100 x Rp 30.000 = Rp 3.000.000.
  • Penjualan celana sebanyak 100 potong dengan harga Rp 45.000 per potongnya, maka 100 x Rp 45.000 = Rp 4.500.000.
  • Penjualan jilbab atau kerudung sebanyak 100 potong dengan harga Rp 25.000 per potongnya, maka 100 x Rp 25.000 = Rp 2.500.000.
  • Penjualan dress sebanyak 100 potong dengan harga Rp 75.000 per potongnya, maka 100 x Rp 75.000 = Rp 7.500.000.

Total omzet per bulan Rp 3.000.000 + Rp 4.500.000 + Rp 2.500.000 + Rp 7.500.000 = Rp 17.500.000.

d. Keuntungan

Untuk menghitung keuntungan dari bisnis konveksi ini, maka Anda harus mengurangi jumlah total omzet dengan biaya operasional per bulan.

Jadi, Rp 17.500.000 – 10.300.000 = Rp 7.200.000.

e. Break event point (BEP)

Dari nominal di atas, Anda bisa mengetahui jumlah BEP-nya dengan cara menghitung modal awal dibagi keuntungan yang didapat.

Jadi, Rp 28.400.000 / Rp 7.200.000 = 3,94 bulan = 120 hari.

Dari perhitungan tersebut diketahui, bahwa Anda akan mencapai titik balik modal hanya dalam kurun waktu sekitar 4 bulan saja.

Cara Memulai Usaha Konveksi

Cara Memulai Usaha Konveksi

Anda pasti ingin bisnis konveksi yang dijalankan bisa terus berkembang dan mendapat banyak keuntungan.

Namun, tak ada satupun usaha yang bisa dilakukan tanpa kendala.

Oleh sebab itu, terapkan cara membuka usaha konveksi berikut ini agar usaha yang Anda rintis bisa berjalan dengan baik.

1. Menentukan jenis produk

Persiapan paling awal dalam bisnis konveksi adalah menentukan jenis produk yang ingin dibuat.

Anda akan memproduksi atau berbisnis baju pria, wanita, atau baju anak-anak? Jenis kemeja atau kaos?

Ketahuilah, menentukan jenis produk juga berarti menentukan posisi produk Anda di pasaran.

Jenis produk juga bisa menentukan branding dan strategi pemasaran yang akan dilakukan.

2. Mempersiapkan modal usaha

Setiap bisnis sudah pasti membutuhkan modal, begitu juga dengan bisnis konveksi.

Sebenarnya, modal dari bisnis konveksi ini sendiri tergantung pada persiapan dan strategi yang Anda terapkan.

Apabila Anda ingin produksi langsung atau ready stock, maka Anda membutuhkan modal yang cukup besar.

Namun, jika Anda ingin menerapkan pra-pemesanan atau pre-order, maka modal yang dibutuhkan tidak akan terlalu besar.

3. Mempersiapkan dan menentukan lokasi usaha

Suatu bisnis konveksi memang memerlukan tempat khusus untuk dijadikan ruang produksi.

Apabila Anda memulai bisnis ini dalam skala rumahan, maka tak perlu repot menyediakan bangunan khusus.

Anda bisa memulainya dengan ruangan tak terpakai di rumah untuk membangun sebuah tempat bisnis.

Dengan demikian, Anda bisa menghemat sebagian pengeluaran untuk menyewa tempat.

4. Riset kompetitor

Senjata utama dalam memulai bisnis konveksi dari nol adalah riset pasar yang komprehensif.

Selama melakukan riset pasar, Anda juga harus mempelajari dinamikanya hingga siapa saja kompetitornya.

Riset kompetitor dianggap penting demi perkembangan usaha dan menjaga konsumen agar tidak beralih.

Pelajari harga, kualitas bahan, distribusi penjualan, sampai sistem bisnis yang mereka terapkan.

Gunakan metode ATM (amati, tiru, modifikasi) untuk membuat rencana bisnis yang lebih baik.

Anda juga bisa menemukan celah mana yang bisa dimanfaatkan.

Memulai usaha tanpa memahami pasar dan kompetitor dengan baik, sama saja artinya dengan menyimpan bom waktu.

Mungkin tidak sekarang, tapi usaha yang Anda bangun dari nol bisa runtuh sewaktu-sewaktu karena tergerus persaingan.

5. Ambil keputusan

Dalam memulai suatu bisnis, Anda pasti membutuhkan persiapan yang matang.

Pada tahap persiapan ini, Anda perlu menganalisa bisnis sebelum akhirnya mengambil beberapa keputusan.

Mulai dari menetapkan bahan baku, harga, distribusi penjualan, hingga sistem bisnis yang digunakan.

Analisa bisnis sangat penting sebagai panduan Anda dalam menyusun strategi pemasaran dan membangun branding.

Pasalnya, bisnis konveksi adalah bisnis yang dinamis sehingga analisa bisnis disertai pengambilan keputusan yang tepat, jadi hal penting untuk dilakukan.

6. Promosi dan pemasaran

Setelah memantapkan segala persiapan, Anda sudah bisa memulai untuk menyusun strategi pemasaran.

Bisa dibilang, ini adalah tahapan paling sulit. Sebab sebagai pemula, Anda berusaha untuk mendapatkan kepercayaan dari konsumen pertama.

Nah, pemasaran ini bisa Anda lakukan dengan berbagai cara, mulai dari media sosial, marketplace, website, komunitas, atau mengikuti sejumlah pameran.

Apabila Anda ingin mendapat perhatian konsumen secara instan, maka mulailah dengan menerapkan strategi diskon.

Anda juga bisa memaksimalkan konten tulisan pada media promosi yang digunakan.

Demikian informasi dan tips seputar usaha konveksi menurut lurus.id yang mungkin saat ini sedang Anda butuhkan.

Terapkan cara-cara di atas dengan terstruktur agar hasilnya bisa sesuai dengan yang Anda harapkan. Selamat mencoba.

Jangan lupa dibagikan ya!

Tinggalkan komentar

Mohon maaf, konten dilindungi.