Bila Medsos Ditutup, ⁠⁠⁠Kemunduran Bagi Indonesia

Bila Medsos Ditutup, ⁠⁠⁠Kemunduran Bagi Indonesia

Fri, 02/12/2016 - 18:27
Posted in:
1 comment

Apa yang menjadi trending topik saat ini terkait pemblokiran beberapa aplikasi  media sosial tentu menjadi perhatian banyak publik pengguna jejaring media sosial Indonesia. Dimana masyarakat  Indonesia sejak munculnya jaringan internet tahun 1998 hingga 2017 memiliki lonjakan pengguna/ user cukup signifikan.

Lonjakan pengguna /user internet saat ini sudah sangat merata bukan saja dari kalangan pebisnis / kantoran dan pelajar, pengguna jaringan internet mewabah diberbagai strata dan golongan . Baik kalangan pelajar, perkantoran /pebisnis , ibu rumah tangga hingga petani sekalipun saat ini menggunakannya.

Tingginya angka pengguna jaringan internet mendorong sektor telko dan bisnis layanan jaringan internet berkembang pesat. Begitupula industri elektronik berbasis gadget yang menggunakan jaringan internet makin pesat merajai pangsa pasar dunia. Ini pula yang menyebabkan tumbuh kembang pengguna mewabah hampir seluruh belahan dunia tak terkecuali Indonesia.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mencatat lonjakan pengguna internet tahun ini telah mencapai 63 juta pengguna/user . Dari angka tersebut, 95 persennya menggunakan internet untuk mengakses jejaring sosial. Sementara data terbaru dari We Are Social , pengguna jaringan internet dunia mencapai  3,25 miliar. Angka ini naik dari yang tadinya 3,17 miliar menurut data sebelumnya pada bulan Agustus 2015. Bagaimana dengan Indonesia?  Dengan penetrasi 34 persen, kini pengguna internet di Indonesia diperkirakan  mencapai 88,1 juta pengguna.

Di era globalisasi, perkembangan telekomunikasi dan informatika (IT) sudah begitu pesat. Teknologi membuat jarak tak lagi jadi masalah dalam berkomunikasi. Internet tentu saja menjadi salah satu medianya. Bayangkan sampai saat ini Indonesia masih menempati peringkat 4 pengguna Facebook terbesar setelah USA, Brazil, dan India.

Menurut data dari Webershandwick, perusahaan public relations dan pemberi layanan jasa komunikasi, untuk wilayah Indonesia ada sekitar 65 juta pengguna Facebook aktif. Sebanyak 33 juta pengguna aktif per harinya, 55 juta pengguna aktif yang memakai perangkat mobile dalam pengaksesannya per bulan dan sekitar 28 juta pengguna aktif yang memakai perangkat mobile per harinya.

Sangat bisa dibayangkan  dari sektor telko dan industri perangkat gadget akan down bila kebijakan menutup akses media sosial dilakukan. Secara pendapatan provider terbanyak  tentu disuplai dari penjualan pulsa/quota untuk pemakai aplikasi medsos dimana telkom saja memiliki 40 juta subscriber  dan diatas 50% nya adalah pengguna jejaring medsos.

Ancaman Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara akan menutup semua platform media sosial yang masih meloloskan konten negatif baru-baru ini, dirasa mengancam keamanan negara dengan mengawali salah satunya dibuktikan dengan menutup akses Telegram, adalah merupakan sebuah kebijakan  yang dirasakan terlalu emosional dan tidak populer.

Ancaman menkominfo menuai berbagai kecaman dari semua pengguna medsos.Dirasakan oleh masyarakat pengguna jejaring sosial sesuatu yang sifatnya menghambat /block sangatlah kurang disuka terlebih sifatnya berupa ancaman. Untuk kasus telegram ini ada hal yang memang sangat serius yang harus diambil tindakan. Dan bisa jadi  tindakan memblok tersebut pasti sudah dihitung resiko besar kecilnya untuk kepentingan masyarakat banyak.

Comments