Usaha Air Isi Ulang: Peluang, Analisa Usaha dan Cara Memulai

Jika saat ini Anda tertarik untuk menjalankan suatu usaha, maka usaha air isi ulang merupakan pilihan yang tepat.

Selain mampu mendatangkan keuntungan yang berlimpah, bisnis satu ini diprediksi menjadi salah satu bisnis yang tak akan mati sampai kapan pun.

Pasalnya, tak ada satupun manusia di muka bumi yang tak membutuhkan air minum.

Alasan Kenapa Harus Usaha Air Isi Ulang

Alasan Kenapa Harus Usaha Air Isi Ulang

Peluang usaha air isi ulang bisa dibilang merupakan bisnis yang cukup menjanjikan.

Meski belakangan ini bisnis air minum cukup menjamur di pasaran, Anda tetap tak boleh patah semangat untuk menekuninya.

Sebab, semua orang membutuhkan air, baik untuk minum ataupun keperluan sehari-hari.

Pengelolaan bisnis ini juga tidak terlalu sulit dan tidak membutuhkan tempat yang luas. Tapi tetap saja, Anda membutuhkan tempat yang benar-benar strategis.

Pasalnya, depot air minum isi ulang yang strategis terbukti mampu mendongkrak penjualan hingga 50% selain harga tentunya yang lebih kompetitif.

1. Prospek usaha air isi ulang

a. Target market luas

Semua orang membutuhkan air minum. Tentu saja ini menjadi peluang besar bagi para pelaku bisnis isi ulang air minum.

Apalagi, kebanyakan orang tidak mau repot memasak air minum sendiri.

Mereka cenderung memilih cara praktis untuk memperoleh air minum dari depot isi ulang yang saat ini sudah banyak bermunculan.

b. Keuntungan berlimpah

Saat ini, sumber air minum yang benar-benar sehat, cukup sulit ditemukan karena rapatnya pemukiman penduduk.

Tak hanya itu saja, tingginya aktivitas masyarakat juga menyebabkan mereka memilih segala sesuatu yang serba praktis.

Termasuk juga penyediaan air minum di rumah yang tak perlu membuang waktu dan tenaga untuk memasak air.

Keadaan seperti inilah yang akhirnya membuat bisnis air isi ulang mampu meraup untung yang super berlimpah.

2. Analisa usaha air minum isi ulang

Sebelum menjalankan bisnis depot air isi ulang, sebaiknya Anda melakukan perhitungan modalnya berapa dan keuntungannya berapa terlebih dulu.

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meminimalkan risiko terjadinya kerugian.

a. Modal awal usaha

Mesin air isi ulangRp       15.000.000
Sepeda motor Roda tiga “Tossa”Rp       17.000.000
Galon kosong (sekitar 20 pcs x Rp 30.000)Rp            600.000
Meja dan kursiRp            500.000
Total modal awalRp       33.100.000

Perlu Anda ketahui, semua peralatan yang tertera pada modal awal bisa mengalami penurunan nilai setiap empat tahunnya dan juga memiliki nilai residu sebesar Rp 1.000.000.

Biaya penyusutan per tahun ini bisa dihitung dengan rumus sebagai berikut:

= (biaya peralatan – nilai residu) : 4 

= (Rp 33.100.000 – 1.000.000) : 4

= Rp 8.025.000

Dari hasil perhitungan tersebut diketahui bahwa biaya penyusutan per tahun adalah Rp 8.025.000 atau jika dihitung per bulan menjadi Rp 668.750.

b. Biaya operasional

Selain modal awal, Anda juga harus menghitung besaran biaya operasional yang harus dikeluarkan untuk memulai bisnis satu ini.

Sewa tempatRp       1.500.000
Gaji pegawaiRp       1.500.000
Air isi ulang ( 4 tangki x Rp 500.000)Rp       2.000.000
ListrikRp          250.000
Tissue pembersih dan tutup galonRp          250.000
Service dan sparepartRp          500.000
Biaya penyusutanRp          668.750
Total biaya operasionalRp       6.668.750

c. Omzet atau pendapatan

Jika diasumsikan dalam sehari Anda mampu menjual air sebanyak 50 galon dengan harga per galon Rp 8.000, maka omzet per hari yang didapatkan sebesar:

Rp 8.000 x 50 galon = Rp 450.000

Sementara itu, omzet per bulan yang bisa Anda dapatkan sebesar:

Rp 450.000 x 30 hari = Rp 13.500.000

d. Keuntungan yang didapatkan

Untuk menghitung keuntungan usaha depot air minum isi ulang, maka Anda harus mengurangi jumlah total omzet dengan biaya operasional per bulan. Perhitungannya sebagai berikut:

Rp 13.500.000 – Rp 6.668.750 = Rp 6.831.250

e. Break event point (BEP)

Dari jumlah keuntungan di atas, bisa kita ketahui jumlah BEP atau titik balik modal dengan cara menghitung modal awal dibagi keuntungan.

Jadi, Rp 33.100.000 : Rp 6.831.250 = 4,85 bulan = 145 hari.

Dari perhitungan tersebut diketahui, bahwa Anda akan mencapai titik balik modal sekitar 5 bulan saja. Cukup menguntungkan, bukan?

Analisa modal dan potensi keuntungan usaha depot air minum isi ulang seperti di atas hanya sebatas asumsi semata sebagai gambaran awal untuk memulai bisnis ini.

Modal dan hasil yang diperoleh mungkin juga akan berbeda, tergantung pada lokasi serta peralatan yang Anda gunakan dalam memulai usaha tersebut.

Cara memulai usaha air isi ulang

Cara Memulai Usaha Air Isi Ulang

Meski terkesan mudah, Anda tetap membutuhkan rencana dan strategi yang matang untuk memulai suatu usaha air minum isi ulang.

Apalagi mengingat ketatnya persaingan usaha di bidang ini.

Jangan sampai, usaha yang Anda rintis hancur begitu saja hanya karena terlalu gegabah dan tidak mengikuti trik yang seharusnya.

Berikut ini cara memulai bisnis air minum isi ulang demi meraup keuntungan yang berlipat.

1. Mempersiapkan modal usaha

Modal yang dibutuhkan untuk usaha air minum isi ulang memang tak bisa dikatakan kecil.

Tapi percayalah, Anda tidak butuh waktu lama untuk mengembalikan modal tersebut karena memang keuntungan yang diperoleh bisa jauh lebih besar.

Jika Anda memiliki simpanan dana, pergunakan saja dana tersebut sebagai modal awal untuk memulai bisnis Anda.

Jika dana tersebut tidak tersedia, Anda bisa meminjamnya pada keluarga atau perbankan dan lembaga keuangan lainnya.

Namun ingatlah, meminjam sejumlah modal di perbankan pasti menerapkan bunga dalam nominal tertentu.

Perhitungkan dengan seksama, jangan sampai nantinya Anda malah terbelit hutang yang memengaruhi kelancaran bisnis Anda.

Jika memang modal tersebut tidak tersedia, sebaiknya pilih usaha dengan modal kecil lebih dulu.

2. Riset kompetitor

Tak perlu mengkhawatirkan banyaknya pengusaha air minum isi ulang. Justru, jadikan ini sebagai peluang untuk melakukan riset kompetitor demi perkembangan bisnis Anda sendiri.

Luangkan waktu untuk membeli produk usaha milik kompetitor.

Melalui cara ini, Anda bisa mengamati apa saja kelebihan dan kekurangan yang mereka miliki sebagai bahan pembelajaran bisnis Anda.

Bandingkan harga jual, lokasi usaha, dan layanan yang diberikan.

Terapkan metode terbaik agar bisnis Anda jauh lebih unggul ketimbang mereka.

Anda juga bisa berinovasi dalam hal pelayanan untuk menarik lebih banyak lagi konsumen.

3. Mempersiapkan dan menentukan lokasi usaha

Untuk lokasi usaha air minum isi ulang, pastikan Anda memilih tempat yang strategis.

Sebaiknya, lokasi tersebut berada di sekitar perkantoran atau kampus yang memang paling banyak membutuhkan jasa air minum isi ulang seperti ini.

Hal paling utama adalah memilih lokasi usaha dengan akses jalan yang mudah dilalui oleh berbagai macam kendaraan, mudah terlihat, sekaligus diingat calon konsumen.

Hindari lokasi yang terlalu masuk ke dalam gang sempit atau tertutup bangunan lain.

Pastikan juga Anda menyediakan lahan parkir demi kenyamanan konsumen ketika membeli produk Anda tersebut.

4. Penetapan harga jual

Sebelum menetapkan harga jual produk, lebih baik lakukan riset pasar lebih dulu.

Ketahui berapa besaran harga untuk satu galon air minum isi ulang di daerah sekitar.

Setelah itu, sesuaikan dengan besaran biaya operasional yang Anda keluarkan untuk mengurangi risiko kerugian.

5. Mempersiapkan mesin atau alat dan kerjasama supplier air mineral isi ulang

Untuk perlengkapan usaha yang dibutuhkan, Anda bisa bekerjasama dengan supplier air mineral isi ulang di sekitar lokasi usaha.

Jika Anda tidak memiliki banyak informasi soal itu, Anda bisa mencarinya dengan bantuan internet.

Pilih supplier terbaik yang menyediakan fasilitas paling lengkap dengan harga terjangkau.

Jika perlu, lakukan survei terlebih dulu sebelum Anda memutuskan supplier mana yang paling cocok dengan sistem bisnis Anda.

6. Promosi dan pemasaran

Gunakan berbagai strategi dalam menawarkan produk bisnis Anda, baik secara online maupun offline demi menjaring konsumen.

Anda juga bisa memperkenalkan bisnis Anda melalui berbagai media sosial, seperti Facebook, Instagram, dan juga Google Bisnis.

Anda juga bisa menggunakan brosur atau menawarkan kerjasama dengan kantor, sekolah, hotel, maupun swalayan terdekat.

Buat konsumen tertarik untuk membeli produk Anda dengan memberikan diskon atau kupon potongan harga dalam jumlah pembelian tertentu.

Demikian kunci sukses dan analisa ekonomi untuk menekuni bisnis air isi ulang menurut lurus.id.

Semoga bisa memberikan gambaran dan menjadikan inspirasi bagi Anda dalam memulai usaha air isi ulang ini.

Jangan lupa dibagikan ya!

Tinggalkan komentar

Mohon maaf, konten dilindungi.