Usaha Sembako: Peluang, Analisa Usaha, dan Cara Memulai

Usaha sembako adalah salah satu peluang usaha yang sangat menjanjikan.

Pasalnya, sembako merupakan kebutuhan pokok yang tak pernah lepas dari kehidupan manusia.

Oleh sebab itu, bisnis sembako ini bisa dijadikan pilihan alternatif usaha untuk pemula, baik usaha utama maupun sampingan.

Alasan kenapa harus usaha sembako

Alasan Kenapa Harus Usaha Sembako

Meski banyak yang menganggap remeh usaha rumahan dalam kategori jualan sembako, tapi ternyata tak sedikit yang memperoleh kesuksesan.

Alasannya sederhana, karena barang yang dijual di toko sembako merupakan kebutuhan sehari-hari dan senantiasa dibutuhkan berbagai kalangan.

Oleh sebab itulah mengapa banyak orang tertarik untuk terjun di bisnis ini meski persaingannya cukup ketat.

1. Prospek usaha

Apabila dilihat dari segi target pasar, menjalankan bisnis sembako tidak terlalu sulit karena setiap orang pasti membutuhkan bahan-bahan pokok.

Tentu saja, realitas tersebut merupakan target pasar yang memiliki prospek menjanjikan.

2. Analisa usaha

Etalase dan rak Rp             1.800.000
Renovasi tempat Rp             5.000.000
Meja dan kursi Rp                500.000
Peralatan lain (timbangan, kalkulator, dsb) Rp             1.000.000
Stok produk Rp             5.000.000
Promosi dan pemasaran Rp                500.000
Total modal awal usaha sembako Rp          13.800.000

b. Biaya operasional

Belanja dagangan Rp             3.000.000
Listrik dan pulsa telepon Rp                200.000
Transportasi Rp                150.000
Biaya lain-lain Rp                100.000
Total biaya operasional per bulan Rp             3.450.000

c. Omzet atau pendapatan

Jika diasumsikan omzet rata-rata yang diperoleh dalam sehari Rp 250.000, maka omzet bulanannya Rp 250.000 x 30 hari = 7.500.000.

d. Keuntungan

Untuk keuntungan per bulan yang bisa diperoleh dari warung sembako, perhitungannya sebagai berikut:

Omzet – biaya operasional = Rp 7.500.000 – Rp 3.450.000 = Rp 4.050.000.

Jadi, keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari bisnis sembako ini tiap bulannya sebesar Rp 4.050.000.

e. Break Even Point

Untuk titik imbal balik modal, perhitungannya sebagai berikut:

Modal awal : keuntungan = Rp 13.800.000 : Rp 4.050.000 = 3,40 bulan = 103 hari.

Rincian modal toko sembako yang Anda keluarkan untuk usaha ini bisa Anda dapatkan kembali setelah 103 hari usaha tersebut berjalan.

Ingat, analisa usaha di atas dibuat dengan asumsi tempat yang digunakan adalah bagian dari rumah yang hanya membutuhkan renovasi sederhana.

Apabila Anda menginginkan lokasi yang lebih strategis dengan ukuran lebih besar, Anda bisa menyesuaikan perhitungannya sesuai budget yang dimiliki.

Cara memulai usaha sembako Murah

Cara Memulai Usaha Sembako Murah

1. Riset kompetitor

Dalam bisnis sembako, melakukan riset pasar sangat penting dilakukan guna mengetahui tingkat persaingan usaha sejenis. Dengan demikian, Anda bisa mengetahui ada berapa banyak orang yang membuka toko serupa di daerah tersebut.

Cobalah untuk melakukan survei setidaknya tiga sampai empat toko. Pilih toko yang terlihat ramai oleh pengunjung. Riset ini bertujuan untuk mengetahui barang apa yang laris terjual, produk apa yang mereka andalkan, dan bagaimana perlakuannya terhadap pelanggan.

Dari hasil survei tersebut, Anda bisa mendapat sedikit gambaran bagaimana caranya untuk bersaing dengan mereka. Sekaligus menyerap ilmu dagang sembako yang pasti berguna dalam menjalankan bisnis ini.  

2. Menentukan target market dan jenis produk

Selain kompetitor, konsumen juga salah satu obyek penting yang patut Anda perhatikan. Usahakan toko sembako milik Anda menyediakan barang-barang yang mereka butuhkan. Sebab, daya beli masyarakat juga turut memengaruhi kelangsungan usaha Anda.

Selain itu, Anda juga perlu menentukan daftar barang warung sembako yang akan dijual. Dalam hal ini, persiapkan sembako yang paling dibutuhkan oleh konsumen, seperti misalnya beras. Sementara bahan pokok lainnya bisa menyusul sembari menata modal dan anggaran atas usaha tersebut.

3. Mempersiapkan dan menetapkan lokasi usaha

Berbisnis sembako sebenarnya sangat bisa dilakukan di rumah. Apalagi jika rumah Anda memiliki lokasi yang strategis, seperti di pinggir jalan raya, di tengah pemukiman padat penduduk atau di kampung.

Anda juga bisa membangun sebuah toko berukuran sedang di halaman rumah. Jangan lupa untuk menata setiap produk dengan rapi untuk memaksimalkan ruang yang ada. Namun, jika modal Anda terbatas untuk membeli barang dagangan saja, sebaiknya manfaatkan ruang depan ataupun garasi rumah.

Lain cerita, jika Anda merasa potensi berkembangnya usaha kurang memuaskan jika hanya membuka toko sembako di rumah. Langkah terbaik yang bisa ditempuh adalah dengan menyewa lapak di pasar tradisional ataupun ruko dekat kawasan pemukiman dan perkantoran. Mengingat salah satu faktor yang membuat toko sembako sepi pembeli adalah lokasinya yang kurang strategis.

4. Mempersiapkan modal usaha

Salah satu cara memulai bisnis sembako tentu saja mempersiapkan modal usaha. Ketahuilah, modal usaha sembako ini tidak harus dimulai dengan nominal fantastis.

Siapkan modal secukupnya untuk memenuhi beberapa hal yang penting dan dirasa perlu dilakukan di awal usaha. Misalnya, sewa tempat dan penyediaan peralatan.  

5. Mempersiapkan sarana, alat, dan bahan

Dalam merintis warung sembako, hal-hal lain yang patut Anda siapkan adalah sejumlah peralatan dan perlengkapan pendukung. Hal ini untuk menunjang keberlangsungan usaha Anda. Beberapa peralatan dan perlengkapan penting yang wajib ada, antara lain:

  • Etalase
  • Rak
  • Meja dan kursi kasir
  • Timbangan
  • Kalkulator
  • Buku nota
  • Dan lain sebagainya.

6. Penetapan harga jual

Menentukan harga suatu produk yang akan dijual bukan perkara mudah. Tapi bukan berarti pula Anda harus memberikan harga rendah agar cepat laku di pasaran, karena harga yang terlalu rendah tentu bisa merugikan Anda.

Begitu juga sebaliknya. Ketika memberikan harga tinggi, maka konsumen akan merasa malas berbelanja di tempat Anda. Jadi, pertimbangkan faktor-faktor seperti, biaya operasional, sasaran pendapatan, dan harga pesaing demi mendapatkan harga yang sesuai.

7. Promosi dan pemasaran

Usaha apapun yang berbasis dagang pasti membutuhkan suatu strategi pemasaran agar usaha tersebut cepat dikenal oleh konsumen. Sama halnya dengan usaha sembako yang Anda jalankan.

Setelah semua persiapan telah dipenuhi dan toko siap dibuka, Anda bisa mengundang kerabat dan tetangga untuk sekadar syukuran peresmian toko tersebut. Tentu saja, upaya ini juga bisa dijadikan ajang promosi pada mereka.

Selain itu, Anda juga bisa mengiklankan toko dengan membuat brosur atau spanduk yang dipasang di depan toko. Anda juga bisa memasarkannya melalui media sosial yang dimiliki, seperti Facebook, Instagram, dan Google Bisnisku. Pada dasarnya, toko sembako tidak susah mencari konsumen asal tempatnya cukup strategis.

Baca juga: Peluang Usaha Catering ini menjanjikan

8. Scale up

Dalam menangani bisnis UKM apapun, termasuk warung sembako ini, Anda pasti memerlukan bantuan tenaga dari orang lain. Oleh sebab itulah, Anda perlu mencari tenaga kerja tambahan demi berkembangnya bisnis yang dijalankan. Dengan demikian, bisnis tersebut dipastikan dapat berjalan lancar sesuai harapan.

Nah, itu tadi sekilas ulasan tentang usaha sembako beserta peluang, analisa, dan bagaimana cara merintis usahanya supaya bisa sukses.

Semoga informasi lurus.id ini bisa membantu Anda yang sedang ingin merintis warung sembako kecil-kecilan. Selamat mencoba.

Jangan lupa dibagikan ya! 

Tinggalkan komentar

Mohon maaf, konten dilindungi.